Batang, NUSANTARAPROPERTY.com – Merupakan bagian dari ruas jalan utama yang ada di Perkotaan Kabupaten Batang. Ruas jalan RE Martadinata memiliki panjang kurang lebih 2,185 km, yang membujur dari selatan/pangkalnya di Jalur Pantura (JL. Jend. Sudirman) ke arah utara/ujungnya yakni pertigaan jalan Yos Sudarso.

Jalan RE Martadinata masuk klasifikasi jalan kolektor sekunder, bisa dilalui 2 arah kendaraan secara berlawanan, dibagi lajur kiri dan lajur kanan masing-masing lebarnya 4 meter, sedangkan trotoar jalan berbahan paving blok masing-masing lajur memiliki lebar 1,25 meter. Kualitas jalan disepanjang jalan RE Martadinata menggunakan bahan aspal Hotmix.

Jalan RE Martadinata tergolong jalan dengan tingkat kepadatan lalu-lintas yang cukup ramai tetapi tidak menyebabkan kemacetan jalan kecuali tertutupnya palang pintu kereta api pada saat kereta lewat. Memiliki kerapatan bangunan yang tinggi dan lingkungan padat penduduk dengan mata pencaharian rata-rata sebagai pedagang dan buruh.

Secara administratif jalan RE Martadinata berada di Kecamatan Batang yang terbagi kedalam 3 wilayah kelurahan yakni kelurahan Proyonanggan Utara, kelurahan Karangasem Selatan, dan kelurahan Karangasem Utara.

Dalam analisa penilaian pergerakan harga pasaran tanah objektif di ruas jalan RE Martadinata Batang dengan meminjam ilustrasi konsep “Kepala Naga” di budaya Hongshui China maka konsep Kepala Naga merujuk pada “Lokasi yang Terdekat dari Pusat Pemerintahan”. Wilayah Kepala Naga memiliki nilai apresiasi lebih tinggi atas pergerakan harga pasaran tanah objektif sehingga menjadi acuan dasar dalam penilaian aset properti.

Jarak antara ruas jalan RE Martadinata ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Batang sekitar 500 meter, diukur dari perempatan Jalan Jend. Sudirman (Jalur Pantura) yang berbatasan dengan pangkal selatan ruas jalan RE Martadinata. Maka wilayah “Kepala Naga” berada sepanjang 80 meter diukur dari pangkal selatan ruas jalan RE Martadinata kearah utara sampai bertemu dengan pertigaan jalan Raden Patah (sebelum palang pintu rel kereta api).

Nilai apresiasi atas harga pasaran tanah objektif di wilayah “Kepala Naga” di ruas jalan RE Martadinata Batang adalah Rp.4.000.000,-/m2. Hal ini disesuaikan dengan beberapa pertimbangan diantaranya; 1) Pembangunan infrastruktur pendukung oleh Pemerintah, seperti revitalisasi Pasar Batang dengan bangunan baru berkonsep “Pasar Tradisional Modern” yang berlokasi 400 meter dari ruas jalan RE Martadinata. 2) Perkembangan usaha perdagangan dan jasa yang ada di ruas jalan RE Martadinata, seperti dibukanya toko-toko baru salah satunya Indomaret. 3) Akses yang mudah terjangkau dan sarana transportasi pendukungnya, seperti dekat dengan Jalur Pantura yang dilewati oleh moda transportasi dalam kota/luar kota.

Dalam pantauan disepanjang ruas jalan RE Martadinata Batang, aset-aset tanah/bangunan yang dijual tergolong sedikit sehingga dapat diklasifikasikan kedalam pasaran tanah/bangunan dijual dengan kode “AT” (Aktif Termanfaatkan) yakni kondisi pasaran tanah/bangunan dijual dalam suatu area/wilayah tertentu yang memiliki supply/penawaran yang kecil/sedikit. Dengan nominal jumlah unit yang dijual maksimal 3 unit tanah/bangunan, sehingga kualitas pasaran tanah/bangunan disitu sangat baik/stabil.

Satu hal yang menjadi Icon terkenal di ruas jalan RE Martadinata Batang adalah berdirinya perusahaan manufaktur penghasil bahan pendukung pangan (Vetsin) yang terkenal dengan nama MIKIMOTO sejak tahun 1973. Dengan menempati lahan lebih dari 6 hektar PT. Batang Alum Industrie memiliki kapasitas produksi mencapai 4800 ton per tahun dan mempekerjakan kurang lebih 1500 orang karyawan.

Ruas jalan RE Martadinata Batang sangat strategis karena dilalui oleh jalan Pantura pada pangkalnya (selatan) dan diujungnya (utara) ada Dermaga/Pelabuhan Batang yang jaraknya sekitar 1,8 km. Jadi apabila dilihat dan dipelajari secara keseluruhan maka ruas jalan RE Martadinata Batang bisa dikatakan masuk dalam kategori “Ideal Asset” bagi para Investor Property.

Penulis : Waskito

JUAL CEPAT RUKO 2LT. STRATEGIS BATANG